Hukum Aqiqah Anak laki - laki
Seperti Apa Hukum Aqiqah Anak
Laki-Laki?
Jika dilihat secara bahasa, hukum
aqiqah anak laki laki berbeda dengan hukum aqiqah untuk anak perempuan.
Aqiqah itu sendiri didefinisikan sebagai memotong, sebab di dalam proses aqiqah
anak ini ada kegiatan memotong atau menyembelih hewan. Baik itu kambing, sapi,
maupun unta. Hanya saja ada juga kalangan yang menyebutkan bahwa aqiqah itu
berasal dari rambut yang terdapat pada kepala si bayi saat si kecil itu baru
keluar dari rahim si ibu. Kemuidan rambut ini dikatakan aqiqah, sebab harus
dipotong.
Untuk di Indonesia sendiri,
umumnya pelaksanaan aqiqah dilakukan dengan melakukan penyembelihan domba atau
menggunakan kambing untuk bayi yang masih berumur 7 dan kelipatannya, misal 14,
lalu 21 hari. Sementara itu untuk jumlahnya adalah sebanyak dua ekor untuk bayi
laki-laki dan cukup satu ekor untuk bayi perempuan.
Lalu bagaimana dalilnya
tentang pelaksanaan aqiqah anak laki-laki? Dilihat dari Samurah bin Jundab yang
berkata, bahwa Rasulullah bersabda bahwa semua anak bayi tergadaikan dengan
akikahnya pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberikan nama, dan
dicukur rambutnya. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa, Ibnu Majah, Ahmad]. Kemudian
dari Aisyah sendiri berkata, bahwa Rasulullah bersabda “Bayi laki-laki
diakikahi dengan 2 kambing yang sama dan bayi perempuan 1 kambing.” [HR Ahmad,
Tirmidzi, Ibnu Majah]. Maka sudah jelas jika hukum aqiqah anak laki laki adalah
dua ekor kambing sementara anak perempuan hanya satu ekor saja.
Kemudian bagaimana hukumnya
saat masa bayi orangtua tak mampu mengaqiqahkan anaknya? Memang pada dasarnya,
melakukan aqiqah anak itu disyariatkan untuk dilakukan pada hari ketujuh
setelah kelahiran si anak. Kemudian jika belum bisa, sebaiknya lakukan hari ke
14, kemudian jika masih belum mampu juga melakukan aqiqah, maka pada hari ke
21. Namun saat orangtua tak mampu, tetapi saat dewasa si anak mampu, maka kita
bisa melakukannya sendiri.
Pada suatu ketika Al-Maimuni
telah bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diaqiqahi, bisakah
ketika dewasa mengaqiqahi dirinya sendiri?” lantas Imam Ahmad menjawab,
“Menurutku, apabila ia belum diaqiqahi, jauh lebih baik melakukannya sendiri
ketika dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.
Hukum Aqiqah Anak Laki Laki dan
Pilihan Paket Aqiqah Terbaik
Setelah memiliki cukup dana
untuk melaksanakan aqiqah, maka kita bisa memutuskan untuk melakukan aqiqah
sendiri atau memercayakannya pada jasa aqiqah di kota masing-masing. Biasanya
mereka juga memiliki paket aqiqah yang disesuaikan dengan bujet masing-masing
pemesannya.
Ada banyak contoh paket
aqiqah Tangerang, Bandung, Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia,
tergantung jasa aqiqah itu sendiri. Misalnya saja di Madani Aqiqah, paket
aqiqah yang tersedia adalah Paket Mentah (sembelih sendiri), Paket Prasmanan,
Paket Nasi Dus, dan lain sebagainya. Semuanya bisa dipilih sesuai dengan
kebutuhan, juga sesuai dengan bujet yang dimiliki.
Yang paling penting dalam paket
aqiqah Tangeang dan berbagai kota besar lainnya ini adalah setiap pemesan
dipersilahkan memilih sendiri hewan yang akan disembelih, dan tentu saja sudah
diberikan jaminan bahwa kambing dan domba yang ditawarkan adalah hewan yang
sudah cukup umur dan memenuhi syarat hewan untuk aqiqah menurut syariat agama.
Pastikan hanya memilih yang terbaik di Madani Aqiqah, yang sesuai dengan
hukum aqiqah laki laki dan perempuan serta jangan lupa juga kunjungi
situsnya untuk informasi yang lebih lanjut di http://madaniaqiqah.com/.

Komentar
Posting Komentar